Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label Rhyme. Show all posts
Showing posts with label Rhyme. Show all posts

Sekilas Saja

Written By Unknown on Saturday, April 26, 2014 | 3:48 PM

Putaran waktu
Kenapa tak berhenti hingga saat ini?
Aku takut, engkau merenggutku hilang
Musnah tak terkenang
Atau, Bolehkah aku berandai?
Kembali kesana atau kesini?
Menambah atau mungkin mengurangi?
Hingga sejarah hidupku terasa lebih lengkap lagi
Entah apa yang hilang, mungkin juga belum tergenapi
Itu mimpi? atau sekedar hasrat diri?

Kenapa begitu banyak pertanyaan
Yang aku sendiri tak memiliki jawaban.!
Untuk siapa hidupku?
Demi apa aku keras, tegak berdiri?
Tak mengertikah engkau, aku lelah hingga saat ini.

Sekilas saja....
Ingin kembali ke masa-masa
Entah yang mana,?
Saat itu terlalu banyak amarah dan air mata, tawa dan mungkin juga cinta
Saat ini terlalu hampa?
Hahaaahaaaa,....mungkin benar aku sudah gila.?
Enggan melepas, enggan memulai
Ibarat kura-kura yang takut tersakiti
Biarkan saja berlalu saat ini, berikanlah aku harapan esok hari..!
 







 

Buram

Written By Unknown on Monday, March 3, 2014 | 8:35 PM

Suatu malam yang kelam semua diliputi kegelapan
Yang Mana langit mana tanah
 Yang  mana cahaya api mana cahaya bintang
Semua tak bisa dibedakan
jalan yang mana aku akan tuju
Ini ke surga atau ke neraka?

Pipit Kecil Yang Telah Hilang 2

Written By Unknown on Tuesday, July 9, 2013 | 3:55 PM



Entah berapa musim berlalu
aku ini seekor pipit yang terbang sendiri
terdampar berlari untuk seberkas cahya mentari
tiada terasa akan lelahnya raga,
waktu pun melesat bersamaku
sayap ini semakin lapuk termakan usia
hari berganti, musim berlalu,...
manis getir rasa kehidupan datang menyapa
ku terima dengan lapang dada


Saat senja menghantar sang surya,
hamparan jingga menari di ufuk barat
aku tersenyum,...
mencoba berdamai dengan kenangan,
ku eja sebuah nama mengakhiri do'a
takdir - MU lah yang berjalan
ku terima penuh keikhlasan


Dua tahun sudah berlalu,...
sebuah jiwa hadir menyapa hatiku
ku sambut tawa ringan melewati hari bersamanya
perlahan menutup luka yang dulu menganga
hari berganti, kurasa hati ku semakin dekat dengannya
seluruh ingatan ku hanya padanya 
membuka hati ku yang dulu mati
sehari tanpa bicara dengannya, rindu merajai ku demikian hebatnya
heyy,...aku mencintainya,...aku mencintainya,..!!!
sebuah mimpi terucap bersama
sebuah mimpi,....
entah apa yang telah terjadi?
mimpi itu kian jauh, dan kini semakin menjauh bersamanya
tak teraba, tak tersentuh oleh jemari ku
andai saja kau tahu, aku sangat merindukanmu,...


Sekali lagi,
kesunyian ini kembali menemani ku
seperti dua tahun lalu
meninggalkan aku terbang sendiri,
hingga tiba saatnya ujung waktu - MU 
menghentikan langkah kaki-kaki kecilku,...






Lee Shine

Senandung Rasa

Written By Unknown on Wednesday, April 17, 2013 | 4:41 PM

bayu malam
menggelombangkan tirta lautan
senyum rembulan sabit
menawan hati
berhias kerlip gemintang
disana, gulita terbentang
ku tengadah ke atas
mengeja binar bintang-Mu
  mengagumi angkasa teduh-Mu
diantara sinaran redup
aku dan waktu
bersama,...namun tak menyatu,...

detik-detik waktu menemani
membangun kecemasan dalam jiwa
bertahan diantara harapan
darah ini telah membeku
terjamah oleh dinginnya hatimu
diam tenang seperti air dalam wadah
getar hati ini tak menggangu buatmu
bisu hatimu terlalu bertahta
titah angkuh kau turuti, mengusai hati
getarkan wadah itu
memuntahkan air hingga tercurah
mengikis cemas atas hati

mengingat bayangmu terlalu jauh,...
pada waktu yang kian sempit
dadaku nyaris terbelah
perih melolong sengit
rinduku membuncah
merobek langit



Shine-kata hatiq


Jejak Masa

Written By Unknown on Tuesday, March 26, 2013 | 4:39 PM

Musim gugur yang lalu......
Indah namun sepi
Romansa merah muda
Mendominasi warna
Bangku-bangku kosong...
Usang tak terelakkan
Tak ada cerita disana
Dengan awan dan angin ia bercengkerama
Sesekali....
Kuntum bunga singgah sementara
Sebelum sang bayu membawanya serta
Meninggalkannya kembali merana
achh,..persetan,..!
Itu katanya
   Cukup Sadis...
Tapi itulah dunia, tak pernah mengenal kata "selamanya"
Indahnya sebuah awal,  berakhir hujan air mata
Ku katakan padamu, wahai pemuja cinta
Datanglah dimasa depan, jika hasratmu masih ada
Karena aku tak akan lagi...
 Berhenti langkah, memutar arah
Mengais asa yang telah pergi
Biarlah ia menjadi mimpi




Atau biarkan saja aku sendiri
Terdampar berlari, mengejar senja
Mungkin ia yang kan temani aku
Menutup jejak masa
 
 



 

Sepenggal Kisahku

Written By Unknown on Tuesday, March 19, 2013 | 8:22 AM

Rasanya baru kemarin,....
Singgah cahaya menemani hidupku,
Kehangatannya membuatku tenggelam dalam sungai harapan
Harapan yang tinggi,..bahkan terlalu sempurna
Hari berlalu,...
Belumlah lagi musim berganti
Hujan kasihnya telah terhenti
Sungai itu kini mulai kering
Tinggal setetes, di ceruk bebatuan,....
Cahayanya meredup dan tampak semakin jauh
Menyisakan hidupku, kembali sunyi seperti dulu,.......
Tapi aku bukanlah lagi gadis kecil itu
Tak akan kuratapi hidupku hanya untuk sebutir cinta
Seakan aku ini pengemis jalanan mengharapkan recehan..!
dengarlah aku...!
Jika memang engkau takkan pernah ada untukku,
Aku pun takkan pernah ada untuk mu
Cukuplah itu..!!!
jangan lagi ada tanya: "mengapa begini, mengapa begitu.?"
Selesai sudah sabarku, semua terjadi karena EGO dan MAU mu,.....


4_my LEO, itu pun jika engkau masih milikku,..!


Untukmu Jingga 2

Written By Unknown on Thursday, November 29, 2012 | 8:14 AM

Kepergianku,...
Di penghujung waktu ku menunggu
Saat ku yakini dirimu, telah memeluk bahagia
Menemukan cinta yang kau damba

Ku luluskan ujarmu,...
Bahwa aku tak pernah ada
Bahwa aku tlah jauh meninggalkan duniamu
Dikaki langit, di bawah bumi, tak terlihat lagi,...

Bertahun-tahun lalu aku telah mencintaimu
Beribu-ribu hari ku lewati
Bercucuran air mata
Juga berpeluh rindu
Tapi tentu engkau tak tahu,...

Akan ku kenang engkau dalam warna-warna
Yang kucipta lewat kedua jemariku
Beralih satu rona dengan lainnya,
Hingga tercipta satu arti
Lalu aku akan tersenyum
Hitam putih itu tak lagi ada
Kini pelangi menggantikannya

Aku telah mati setiap hari, di saat-saat aku menantikanmu,...
jangan takut.!
Aku telah mencintaimu ribuan waktu
Dan aku akan tetap mencintaimu ribuan waktu lagi
Tetapi, engkau takkan pernah melihatku,...
Mengusap air mata,
Menangisi cinta
Aku telah bahagia
Mencintaimu dengan CINTA.

Tebusan Untuk Sebuah Kata Maaf

Written By Unknown on Thursday, November 22, 2012 | 4:24 PM

Perjalanan hidup manusia, ialah untaian perkara
Musim semi berlalu, musim gugur telah menunggu
Hitam putih kita kini,.....
Itulah potret diri
Jejak waktu, membetuk kita dimasa lalu,...
Kemana kaki melangkah, liku-likunya mengukir sejarah

Acap kali diri terlupa,....
Bahwa hidup bukan hanya ada "aku dan aku", tapi juga dia dan mereka
Tiap jiwa telah hadir memberi arti, entah pergi meninggalkan ataupun kini berjauhan
Hidup masih berjalan,.....
Akan bertambah ribuan manusia dengan warna-warnanya
Setiap pertemuan, mungkin akan menyenangkan,...namun tak jarang juga menyakitkan
Perbesar hati, manusia tak ada yang sempurna karena khilaf seringkali ada diantaranya
Kini saatnya membuka jiwa, yakinlah ia jauh lebih indah
Dari cakar dan dendam pembawa petaka
Kenapa begitu mahal harga untuk sebuah keikhlasan?
Jika sejatinya,.... ia kan tertebus dalam satu kata memaafkan?
Jangan pernah menggadaikan persaudaraan, untuk sebuah perkara kehidupan
Yakini diri,... tak lagi membenci
Biarkan ia terbuang, musnah dan tak kembali
Milikilah indah jiwa pemilik surga-NYA








dedicated for all of my friends,... ^_^

Sirnanya Sinar

Written By Unknown on Wednesday, November 14, 2012 | 9:18 AM


Bercinta saja seperti biasanya itu terjadi
usah hiraukan wujudku disini
aku ini, sedikit rona dikala senja
musnah hilang tersambut malam
jangan pernah berucap engkau merinduku
memunafikkan rasa yang tak pernah ada
sedang ingatan akan aku pun enggan melintasi kepala.!

Ketahuilah,...
pikiranmu adalah pikiranku
semudah itu pula ku mengerti yang tersirat,
secepat aku memahami diriku sendiri

Aku hendak berlalu
meninggalkan semua yang pernah nyata
kembalilah, berpesta pora dalam sukacita cinta maya
seperti sebelum aku ini ada

Sirnanya sinarku,...
akan terjadi, di ujung waktuku esok hari
menyertai sang surya untuk terakhir kalinya
usah engkau menahanku!
tak seorang pun mampu
menggagahi hasratku
tidak juga engkau
jaga dirimu,...karena itu juga diriku


untukmu,..Jingga

Lamunan

Written By Unknown on Thursday, October 25, 2012 | 10:40 AM

Senja menghilang, sedikit terganti remang petang
diujung waktuku kini, kutitipkan salamQ untuk jingga esok hari
mungkin masih disana, atau musnah entah kemana.

Putih kabut menghalau pandangan
tak nampak pula apa dihadapan,
sesekali berpapasan,
entah kawan atau lawan
ia memicingkan matanya padaku,
tanpa tegur sapa
tak lagi mengenali diri ini.? Ataukah hanya pura-pura lupa?
aachh,..!
Mungkin itu hanya binatang malam
tak seharusnya menghinggapi alam pikirQ
aku masih melangkah,...
Meski bertelanjang kaki,
terseret, terengah,.. masih kubawa berlari
terasa nyeri menusuk kulit ari, merasuk hingga ke tulang
lemah sudah raga ini,
lunglai bagai dirajam mati,
Tapi aku masih terjaga
belum lagi musnah ini jiwa
hanya diam,...
Tercenung, lamunanQ ditepi telaga hati
Tanpa tangis, tiada tawa
datar saja

Untukmu Jingga

Bila nanti,...
Aq harus undur diri,
hanya ini yg ingin kw ingat,
jejak tawa yg ku cetak dihatimu...
Sahabat
bukan genangan airmata yg tak ku sengaja,...
Krn itu bukanlah diriQ,.. Berlalu meninggalkan luka,...
 tp khilaf seringkali membayangi langkah manusia.
ingat saja saat musim semi semerbak bunga,
meski kini merimba belantara,...
Jika aku disini,
YAKINLAH,.!!
AKU MASIH DIRIKU SENDIRI

Catatan Senja

Written By Unknown on Friday, October 19, 2012 | 12:38 PM


Senjaku terbalut awan kelabu
Remang membayang, dingin membisu
Rona jingga pemilik rinduku
Enggan membias,....
Mentari tak jua terjaga
Putih kabut sendu, berbaur lembab udara
Rinai tak henti-hentinya, seolah larut dalam dukacita


 Do'a ku,....
Semoga Tak Begitu dengan malammu
Masih Indah Seperti biasanya
Bintang gemintang hadir, mengelilingi angkasamu
Bersamanya menatap rembulan,
Yang tetap tersenyum merestui
Meski tak semua tahu,  bilakah tertambat luka disana-sini,... ^__^
 

Tentang_Q

Written By Unknown on Friday, June 8, 2012 | 9:01 AM

Jangan terperangah
jangan takut aq kan melahapmu mentah-mentah
inilah aq,....
Kadang lembut memanja
tak jarang mengaum garang
aq yg tak memahami diriq sendiri
mengajak berkelahi dengan nurani
bercumbu dengan nafsu ragawi
aacchh,....
Sungguh q tak mengerti
apa maunya hati

dekat denganmu bukankah itu mimpi?
Cukup dekat,...
Tanpa menyentuh,
tanpa menyadarkanmu akan hadirq
bukan q tak memberi ruang
q hanya tak ingin menjadi beban

sesungguhnya,...
Aq tak mampu jauh darimu
tak punya kekuatan itu
betapa aq tlah memaksakan diri
berjalan tertatih
menahan perih
untuk hal yg tiada hasil
saat mata ini terpejam
bayangmu masih menggenang,....

Serpihan hati

Kini, kembaliq disini
mengisi lembar-lembar kosong beranda hatiq yg tersembuyi
saat tercabik jiwa tanpa kendali
telah terurai mimpi2 yg taq terpahami
saat semburat senja kembali menggoda kerinduan yg telah q coba tutupi,
rona jingga pelangi
menyatu indah,...
bersanding mesra dgn berkas cahya mentari

termangu aq disudut pelataran hati
menyaksikan pemandangan abadi,...
Kekalnya kerinduanQ akan hadirnya pelangi
pelangi hati,..

Kini,
desahanq taq lg terdengar olehnya
airmata q taq mampu lg gantikan gerimis, menghadirkan bias keindahannya
yaa,..
Ia taq sudi lg menghiasi lembah sunyi ini
ia telah menyatukan dirinya dgn bintang2
tinggallah aq disini, dlm lembah hijauQ
menikmati cahya mentari yg mampu menembus sekat2 dahan jati dan terpentin,..
merasakan hangat sinarnya menyentuh kalbuq,
meski timbul tenggelam saat sang bayu menerpa tubuh ringkih ini,..
merajam menguraikan rasaq kembali,
menjadikannya serpihan2 kecil,.....
Terendap beku didasar hati

Kisah Sebuah Rasa

Written By Unknown on Saturday, June 2, 2012 | 9:02 AM



Menepi sunyi, siul sumbang

nada lirih dirantai sepi, sejenak berdendang

irama rindu, gelora jiwaQ meronta ganas

seperti saat itu, terlontar katamu dengan lugas

bahwa cintaku, takkan pernah kau balas

tak apa,....

Rasa ini sahabatku

biarkan ia bersamaku

cukuplah itu

Diantara Kebenaran dan Kiasan

Written By Unknown on Sunday, May 13, 2012 | 12:49 PM

Sebagian kenyataan
setengahnya hanya khayalan
sama-sama terpampang dihadapan
ditambah sedikit bualan
bahkan rayuan
tak jarang juga sindiran

sebentar putih
secepat itu pula menghitam
sedetik mengambang layaknya buih
sekelebat jauh mendalam,...

Lalu mana hendak dipercaya?
Jika tak ada lg sisa
tiada beda,
mungkinkah ia sebuah tawa
atau rintihan duka lara?
Bilakah ia kebenaran?
Atau hanya kiasan?
Aaahhh,..!
Keterlaluan ini fikiran
Terlalu banyak membuat pertanyaan
diamlah saja disitu,..!!!

nikmati kebingunganmu

Sinar

Di ufuk timur keremangan fajar
sewaktu jeritan mimpi masih terdengar
q layangkan pandang jauh menerawang
bias-bias terang taq kunjung datang
disaat lelah mulai menarik diriq ini,
agar terkapar dilembah mungkar
benamkan angan dlm kegelapan
membunuh mimpi direlung hati

bila q harapkan hangat mentari
enggan ia menyinari
terlena diujung bumi sebelah sana
mungkin tlah dapat yg dicarinya

saat q teriakkan kerinduanq pada pelangi
taq nampak bias disana
hujan badailah datang padaku
mengejekq dengan seringai keji
seolah tahu penantianq hanya kan sia-sia
membuatq kembali terdiam dalam kelam
kalbuQ membiru,
napas tertahan dlm hembusan
tiada yg ingin mengerti,...
Tak terselami,..

Kini,..
Hanya ada aq seorang diri
siangQ tanpa mentari
langit senjaQ tanpa bias pelangi

sinar yg kau lihat ini,..
Adalah milikku sendiri
venusQ yg terakhir
masih menemani hingga akhir
takkan padam sampai nanti,
aq telah mati,..

Rasa Hati

Written By Unknown on Friday, April 13, 2012 | 6:20 PM

Lembut, tiada bentuk
hampa rasa jika ia tiada
tak terpegang
namun menuntut
tak bersua resahlah jiwa

Lunglai raga, luruh cahya retina
sekian lama menahan rasa,...
Entah, untuk siapakah ini semua?

Ingin q tutup mata,
lekas akhiri hari
saat tiada q lihat hadirmu disini,..
Sekali lagi,..
Satu dorongan kuat terasa
Aku takkan salah,..!
Aku takkan lelah,..!
Jerit ini,.. Seperti tak asing,
ya,.. Sekeping hati,
merah penuh darah dan nanah
sayat-sayat luka masih basah
sungguh sempurna,..
Seperti ini,.?
Ternyata ia masih bernyawa
mampu merasa,
menahan kecewa,
juga mencinta,.....

Langit Senjaku

Hangat,...
Kala surya pancarkan kilaunya
usai sudah rintik yg terakhir
memikat,...
Saat rona jingga menyala
lenyap sudah kelabu dilangit
indah,...
Dalam bias senjaQ terpancar sukacita
terhiasi megah cahaya pelangi
dengarlah ujarQ,...
Wahai engkau langit senjaQ
Q rindui indah hadirmu disini,..
Diusai hari
sampai nanti
Ujung waktuQ tlah terhenti,..:)

Bakung yang dilembah

Dia taq tumbuh ditaman bunga
bukan dipusat kota
taq jua menyihir setiap mata yg melihatnya,..
Bakung yang dilembah, besar diantara belukar
berebut sinar mentari dgn mereka yg tinggi menjulang
harus menyibakkan semak duri yg melilit dirinya
taq ada tukang kebun yg memanjakan dia
menggemburkan tanah tempat hidupnya
siramkan air pelepas dahaga
tapi lihatlah,..
Dia tetap anggun dengan kesederhanaannya
taq kurang suatu apa,..
Begitu jg dgn diriQ
taq perlu q malu mengakui siapa aq,
memanglah bukan mawar yg ranum menggoda
bukan hal-hal yg merah muda
inilah aq,..
Q cintai diriQ apa adanya,...^^

Select Your Languages

 
Copyright © 2012. Galaxy Pena Andromeda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger